Friday, January 8, 2010
setelah kejadian mistis hilangnya handphone di rumah sendiri pertengahan taun lalu (padahal itu hape masih seumur jagong, setaun juga belum) papa jadi ga mau beliin saya hape baru, kapok katanya. yasudah, dengan rasa iba saya diPINJAMKAN hape nukiyem jaman jebot empunya sang tetuah (baca: rani)
awalnya saya ga peduli mau dapet hape kaya apapun wujudnya yang penting saya bisa ngesemes sama nelepon, menurut saya itu udah quite enough. tapi ternyata emang sial, hape pinjeman itu rusak beberapa bulan yang lalu.
diawali keleletannya yang luar binasa dan tak bisa terelakan, dasar hape udah udzur ada aja alesannya itu hape minta pensiun. berlanjut dengan kerusakan tiba-tiba pada contact hape dan walhasil itu contact kaga bisa dibuka sama sekali. terus isi hape yang tiba-tiba kereset secara ajaib, dan memori hape yang meronta-ronta gara-gara dijejali terlalu banyak data.
taun lalu saya ga berani minta hape baru sama papa. tapi akhirnya karena itu hape emang sudah koma, saya meminta ganti. papa ga ngasih, katanya ntar aja taun 2010 -.-
dan hari ini, hape nukiyem itu menghembuskan nafas terakhirnya. dengan tampang memelas dan mata berkaca-kaca saya menunjukkan korban kejahanaman teknologi itu, kemudian meminta ganti hape sama papa. fuala! tanpa basa-basi papa langsung mengangguk tanda setuju, beliau menelepon kaki tangannya bernama Om didin untuk mengantar saya beli hape baru.
karena cuma dikasih jatah 3jeti, saya mikir-mikir apa ya yang bagus -.- saya bilang sama papa "pap, gimana kalo saya beli hape esia seharga 300rb, trus sisanya kasihin cash ke saya, nanti saya buat tabungan depositonya di BPR dengan bunga 1.5% perbulan kan lumayan bisa dipake jajan" papa cuma ketawa "idih otak bisnis tapi ngutak-ngatik modal orang! sana pergi kamu" mengusir saya dan om didin
awalnya kami memutuskan pergi ke counter soner di jln sunda. maka dari itu kami pergi ke jalan afrika buat ngambil cash, digeseklah atm si papa. "loh om hapal nomer atm papa?" tanyaku. "ia. semuanya om hapal" jawab om didin bangga. "kok ga korupsi aja om?" ditanya begitu dia hanya tertawa "ya gini de. banyak yang bisa kerja tapi kan jarang yang bisa dipercaya. om udah kerja bareng papa puluhan tahun, ga akan lah ngehianatin dengan cara korupsi, mana ntar diuber-uber lagi, ah ngapain!" jawabnya lagi. wah jarang-jarang ada orang berpikir seperti si buntal itu ups. pantas saja dia tak diperbolehkan pensiun sama papa
sampailah kami di counter soner. w705 yang saya mau ga ada. huek. lalu kami terpaksa pergi ke BEC. resiko paling mantap beli hape disitu : nyari parkir susah. hah benar saja, sampai-sampai kami merebut parkiran punya om om botak (maaf om). disitu juga udah muter beberapa toko ga nemu w705. akhirnya, Puji Tuhan nemu di counter resminya :D syalalaala dan saya memutuskan mengambil warna full baby pink karena itu barang limitit edisyen ;) hore akhirnyaaaaaa hahahahaha kaga perlu lagi deh saya numpang hidup pake hape orang. hahay
sepulang dari situ kami berencana menghabiskan sisa 500, tapi dasarnya emang jujur, kita pake aja sedikit buat makan dan sisanya dikembalikan pada papa
papa : "KOK WARNA PINK!"
saya : "biar papa ga bisa ngerengek-rengek minta pinjem"
papa : "BAH!"
dan begitulah kisahnya
Labels: stories of mine
Thursday, January 7, 2010

kelas 10i angkatan 2011 SMAN 5 Bandung, tempat berkumpul para cendekiawan, berandalan, pelopor, generasi bangsa sekaligus profokator kelas kakap
Labels: friendschoolmateverlasting
di saat ayah diperkenalkan pada sang om google translate
0 comments Posted by deborarumintang at 1/07/2010 11:51:00 AMsaat SMA papa saya adalah seorang berandal kelas kakap, pecinta pelajaran sejarah dan oleh sebab itu beliau membenci pelajaran bahasa inggris karena baginya, itu adalah bahasa penjajah
dan setelah tahun-tahun dalam hidupnya berlalu, beliau merasakan susahnya mengelola sebuah perkebunan kelapa sawit tanpa bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris, berbisnis tanpa bisa berbahasa inggris, walhasil bisnisnya terblokir dan hanya sebatas nusantara. sementara saudaranya yang lancar berbahasa inggris meraup keuntungan dari pasar internasional
dari situlah beliau merasakan penyesalan, agar penyesalan itu tidak berlangsung berkepanjangan beliau memaksa saya mempelajari bahasa inggris. dari kelas 6 SD sampai kelas 1 SMA saya les privat bersama keempat saudara saya di rumah. bertahun-tahun kami kursus dan perkembangan muncul sedikit demi sedikit. lalu sang guru pindah ke shanghai dan kami memutuskan berhenti kursus
tidak untuk saya dan gideon
saya dan gideon dijejali buku-buku bahasa inggris, les di sebuah tempat kursus, dan tidak boleh berbicara bahasa indonesia dengan beberapa paman saya. meski dia tak mengerti apa yang saya perbincangkan, dia nampaknya sangat senang dengan kebijakannya tersebut
lalu setelah melihat kebijakannya diterapkan dengan baik, juga karena malu karena setiap kali saya berbincang-bincang dengan paman-paman saya tapi dia hanya cengo hokcai mendengarnya dan tidak bisa ikut nimbrung. beliau berniat ikut kursus tapi setelah dites pada sebuah tempat kursus, beliau bahkan tidak mencapai level 0! haha tapi beliau malu masuk ke dalam kelas under beginner itu jadi beliau pulang ke rumah dan meminta saya mengajarinya
bukan hal yang mudah mengajari pria setengah baya yang memiliki sindrom short therm memory seperti saya haha. jadi saya menyerah, dan setelah berbulan-bulan berlalu, beliau tidak melupakan semangatnya belajar bahasa inggris.
tepatnya hari ini, saya baru ingat ada google translate jadi saya memperkenalkan aplikasi itu padanya. selain bisa memperlancar writing, listening sekaligus speaking dari suara si cewe genit british itu. beliau menjadi sangat excited. fuala hadirlah mainan baru untuknya!
papa : (menulis percakapan yang sangat panjang dan setelah di translate ada kata meeting di dalamnya, dalam bahasa batak meeting artinya buang air besar)
papa : apa nih kok ngomongnya cepat amat! (memukul layar flatron)
saya : idih namanya juga bule!
papa : AH BERAK LAH KAU DISITU
saya : buakakakakakak
dan mainan itu terus ia utak-atik sampai jam makan siang pun terlewati
Labels: family and relatives
Monday, January 4, 2010
kenapa debo namanya bisa debora rumintang?
pertamanya ayah saya juga muter otak buat memikirkan siapa nama calon anak perempuan ketiganya kelak. lalu beliau berdoa dan mendapat ilham, God would provided the name of mine
lalu saat hari H mama melahirkan saya, mama membrojol di rumah sakit Imannuel, di ruangan Debora, jadilah nama saya DEBORA yang dalam kitab suci merupakan hakim perempuan pertama. dan dalam bahasa Ibrani artinya LEBAH
tadinya opung saya mau kasih nama DUMORA yang artinya KAYA tapi papa saya lebih memilih nama DEBORA
RUMINTANG sebenarnya bersatu dengan kata MARITO. RUMINTANG MARITO artinya memiliki saudara laki-laki sebanyak bintang di langit (karena papa saya sangat ingin memiliki seorang anak laki-laki)
nama adalah doa benar-benar terjadi dalam hidup keluarga saya, lalu brojolah adik kecil laki-laki pertama kami bernama Gideon, generasi baru setelah Debora. begitulah kisahnya haha
Labels: stories of mine

actually this is a silly - embarrassing picture of mine
this was taken when i was in junior high school.
that was our final exam in grade 8th. but my (ex) boy friend broke me up. he gave me a piece of paper which was written as his goodbye. it was so awful, i felt like this world has turned me upside down. i cried in front of school gym then all of sudden my best friends came to me, they asked me what has been wrong. so i told to them and cried together, they hugged me and it made me stronger :')
then one of my friend took this picture (oh come on, somebody broke you up and your friend took a picture of you who was crying?) moal kobe! hahaha
could you find where was debora? wohohoho
Labels: stories of mine
Saturday, January 2, 2010
hari itu awalnya saya dan siblings saya merencanakan memberikan sebuah surprise untuk saudara saya yang bernama desi melyana di rumahnya di sukaluyu. tapi dikarenakan ka naomi telat mandi dan gladys mau menjenguk temannya yang sedang dioprasi, kami mengubah haluan rencana. malahan si empunya hajat yang datang ke rumah kami dan memberikan ayam gotam yang sangat dasyat nikmatnya :D
awalnya kami ingin menonton sang pemimpi bersama dengan ayah kami, tapiiiiiii karena saya sang event organizer, memutuskan untuk menonton avatar saja (dengan alasandan karena ka rani juga pengen nonton avatar, yasudah kita nonton avatar.
saya, ka rani, ka naomi, ka mina, desi, vatre dan gideon mengantri untuk membeli 12 tiket (juga untuk gladys, danny pacar si gladys, adit teman tbi saya, icha dan saudara sepupu icha) haha sudah seperti calo tiket -.- untung mbambanya baik dan ga berpikir macam-macam
lalu diisi dengan foto session, dan membeli popcorn selama menunggu film dimulai.
and the movie began (lebih diisi dengan oper-operan popcorn caramel dan popcorn asin 3 box bsar woooow) .. then it ended.
lalu sepulang dari menonton film yang lamanya bukan main ga ketulungan itu, saya diantar ke tbi dan kembali bertemu dengan adit dan icha. sepulang dari tbi saya mengantarkan desi dan vatresia ke sukaluyu. what an exhausted day but it's great indeed
Labels: family and relatives
Friday, January 1, 2010
pagi ini saya baru tidur jam 4 dan bangun sekitar jam 8. setelah membalas beberapa sms dari teman2 yg heboh mengucapkan HAPPY NEW YEAR saya kembali tidur
sampai sekitar jam 10 dan dengan sigapnya langsung saja mandi. kemudian menyantap lontong kari sisa tadi malam.
saat saya melangkah ke ruang tengah, saya tidak mendengar ada suara saudara-saudara saya yang berkumpul tadi malam. ternyata rombongan itu sudah pulang selagi saya tertidur. tumben sekali
rumah nampak lengang. situasi mencekam (halaaah lebay)
setelahnya saya bermain UNO dengan papa dan deon, dan permainan itu lebih menjadi sebuah lawakan segar, kami kelelahan tertawa saat bermain, mengingat tingkah laku papa yang baru kali itu main UNO menjadi sesuatu yang absurd dan pantas dicela ditertawakan
lalu saudara-saudara berdatangan, tamu tiap tahun yang paling saya tidak suka: anak dari kak sarah dan saudaranya, hiys. selain mata duitan, mereka ngomongnya nyeleneh ga sopan
lalu datanglah gladys dan keluarganya meski hanya sebentar
FYI : saya ga dapet duit taun baruan ah menyebalkan
tralalala tanggal 1 yg membosankan selalu begitu setiap tahun
Labels: stories of mine



